web directoriesfree CSS templates
Kamis, 12 April 2024 - 17:14:59 WIB
RUU Pemilu Mengenal Metode Webster dan Kuota
Diposting oleh : Administrator
Kategori: pemilu - Dibaca: 53 kali

Tweet

Metode konversi suara menjadi perdebatan terakhir Dewan Perwakilan Rakyat dalam pembahasan Rancangan Undang-undang Pemilu. Satu kubu menginginkan perubahan dengan mengusung metode penghitungan Webster, sementara kubu lain konservatif dengan model kuota yang sudah diterapkan di Undang-undang Pemilu yang masih berlaku.

Metode Webster yang juga disebut sebagai Sainte-Lague ini didukung oleh Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera. Taufiq Hidayat, politikus Golkar yang jadi Wakil Ketua Panitia Khusus RUU Pemilu, menyatakan metode Webster ini secara sederhana adalah suara partai yang lolos ambang parlemen dibagi dengan angka ganjil.

"Misalnya partai A, B, C, D, masing-masing perolehan itu dibagi angka ganjil," kata Taufiq, Kamis 12 April 2012. "Pembagian pertama tentu angka 1. Lalu dilihat di situ berapa. Lalu vote kedua dibagi angka 3, perolohen suara dibagi angka 3, ketemu angka berapa. Begitu juga berikutnya, vote berikutnya dibagi angka 5, nah itu ketemu berapa."

Dengan model penghitungan itu, kata Taufiq, suara akan habis dibagi di daerah pemilihan yang bersangkutan. Inilah salah satu perbedaannya dengan metode kuota yang dianut UU Pemilu No 10 Tahun 2008.

"Kuota murni itu pembaginya bilangan pembagi pemilih (BPP). BPP itu dicapai misalnya, dari jumlah suara berapa, lalu dibagi jumlah peserta, ketemu BPP-nya," kata Taufiq. "Nah BPP ini yang menjadi acuan, yang memenuhi BPP dapat satu kursi. Lalu kursi berikutnya adalah, partai yang tidak capai BPP itu diurutkan siapa yang terbesar, siapa yang menang, siapa yang paling kecil, sesuai dibagi jumlah kursi yang ada," kata Taufiq.

Sistem Webster, kata Taufiq, dijamin paling imparsial. Ada lagi metode D'hont yang menurutnya menguntungkan partai-partai besar. Namun Golkar, partai terbesar kedua di parlemen, memilih Webster saja. "Karena kami akomodir apa yang jadi keinginan partai-partai kecil ini," kata Taufiq.

Metode Webster ini, kata Taufiq, juga bisa menguntungkan partai kecil. Partai Kebangkitan Bangsa, kata Taufiq, dengan memakai hasil suara mereka di Pemilu 2009, akan diuntungkan dengan model ini.  (umi)

"Tapi PAN akan berkurang sekitar tiga sampai empat kursi," katanya.
 
vivanews


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

 
  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  
Hasil PILKADA - Real Quick Count
Partai
  • Partai Gerakan Indonesia Raya, atau Partai Gerindra, adalah sebuah partai politik di Indonesia yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir Suhardi M.Sc. Partai Gerindra berdiri pada tanggal 6 Februari 2008.
  • Pendirian Partai HANURA dirintis oleh Wiranto bersama tokoh-tokoh nasional yang menggelar pertemuan di Jakarta pada tanggal 13-14 November 2006.
  • Partai Amanat Nasional (PAN) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Asas partai ini adalah "Akhlak Politik Berlandaskan Agama yang Membawa Rahmat bagi Sekalian Alam" . PAN didirikan pada tanggal 23 Agustus 1998
  • Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebelumnya bernama Partai Keadilan (PK), adalah sebuah partai politik berbasis Islam di Indonesia. PKS didirikan di Jakarta pada 20 April 2002.
  • Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Lahirnya PDI-P dapat dikaitkan dengan peristiwa 27 Juli 1996
  • Partai Golongan Karya (Partai Golkar), sebelumnya bernama Golongan Karya (Golkar) dan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), adalah sebuah partai politik di Indonesia.
  • Partai Demokrat adalah sebuah partai politik Indonesia. Partai ini didirikan pada 9 September 2024 dan disahkan pada 27 Agustus 2003.
Tokoh
Sri Mulyani Indrawati
Rabu ,12 April 2012 - 17:27:25 WIB

Sri Mulyani Indrawati (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962) adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu.

Baca Selengkapnya...
Dahlan Iskan
Dr.H.M Hidayat Nur Wahid, M.A
Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla
Ir. H. Aburizal Bakrie
Temukan Beritapemilu.com di Twitter