web directoriesfree CSS templates
Selasa, 05 Juni 2012 - 13:41:37 WIB Dibaca: 143 kali
Alex Noerdin Desak KPU Bereskan DPT

JAKARTA - Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Namun, seluruh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menolak hasil DPT itu kecuali calon petahana Fauzi Bowo yang berpasangan dengan Nachrowi Ramli.

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 6, Alex Noerdin, meminta KPU Provinsi DKI Jakarta untuk segera menyelesaikan persoalan DPT.

"Saya sudah serahkan ke tim advokasi, dan sekarang sudah disiapkan langkah selanjutnya. Kami berlima (peserta Pilkada DKI Jakarta) sepakat bahwa ini harus segera diselesaikan," kata Alex, Senin (4/6/2024), di markas pemenangan Alex Noerdin-Nono Sampono, Jalan Proklamasi, Jakarta.

Alex menuturkan dirinya mempertanyakan dasar pernyataan Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta terdahulu yang mengungkapkan pihaknya sudah mencoret 400.000 nama yang saat itu masih terjaring dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Selain itu, Alex juga menggugat diungkapnya alasan mengapa terjadi pelipatgandaan data dalam DPT.

"Masalahnya yang lebih mendasar mengapa itu terjadi, ini yang tidak terjawab sampai sekarang. Mengapa ada 1,4 juta pemilih yang diduga fiktif, kalau 1.500 itu human error," kata Alex.

Mantan Bupati Musi Banyuasin itu menilai kalau sampai penyelenggara Pilkada tidak bisa menjelaskan alasan adanya data ganda, maka pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta tahun ini akan sia-sia.

"Kalau belum terungkap negara membiayai sekian miliar dari APBD semuanya jadi omong kosong. Jadi segeralah itu KPUD bereskan saja data dulu," tandasnya.

KPU DKI Jakarta telah melansir DPT Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 pada Sabtu (2/6/2024) lalu yang jumlahnya mencapai 6.982.179 pemilih yang terdiri dari 3.553.672 laki-laki dan 3.428.507 perempuan. Seluruhnya tersebar di 15.060 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Jumlah ini hanya berkurang dari data DPS sebelumnya yang mencapai 7.044.9991 pemilih.

Beberapa kandidat menuding adanya pemilih fiktif sebanyak 1,4 juta orang yang dimasukkan ke dalam DPS itu. Jumlah 1,4 juta orang ini didapat dari selisih jumlah data di DPS dengan jumlah warga DKI Jakarta yang telah melakukan e-KTP yang jumlahnya mencapai 5.644.991.

Sumber : Kompas.com


Tweet

1 Komentar :

Pengobatan penyakit maag kronis
24 Mei 2013 - 09:50:29 WIB

tulisan yang bagus dan bermanfaat sekali....terimakasih untuk postingannya!

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

 
  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  
Hasil PILKADA - Real Quick Count
Partai
  • Pendirian Partai HANURA dirintis oleh Wiranto bersama tokoh-tokoh nasional yang menggelar pertemuan di Jakarta pada tanggal 13-14 November 2006.
  • Partai Amanat Nasional (PAN) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Asas partai ini adalah "Akhlak Politik Berlandaskan Agama yang Membawa Rahmat bagi Sekalian Alam" . PAN didirikan pada tanggal 23 Agustus 1998
  • Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebelumnya bernama Partai Keadilan (PK), adalah sebuah partai politik berbasis Islam di Indonesia. PKS didirikan di Jakarta pada 20 April 2002.
  • Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Lahirnya PDI-P dapat dikaitkan dengan peristiwa 27 Juli 1996
  • Partai Golongan Karya (Partai Golkar), sebelumnya bernama Golongan Karya (Golkar) dan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), adalah sebuah partai politik di Indonesia.
  • Partai Demokrat adalah sebuah partai politik Indonesia. Partai ini didirikan pada 9 September 2024 dan disahkan pada 27 Agustus 2003.
  • Jakarta : Kemenangan Partai Keadilan Sejahtera dalam beberapa pemilihan kepala daerah (pilkada) diyakini karena mesin politik partai tersebut terus mengalami regenerasi.

    "Faktor pemenangan terbesar adalah mesin politik. Saya berbeda dengan pengamat yang mengatakan kemenangan kami mengandalkan calon," kata Presiden PKS Anis Matta di Jakarta, Selasa (16/4/2024).

    Anis menambahkan, kasus yang menimpa Presiden PKS terdahulu Luthfi Hassan Ishaq tidak memiliki pengaruh besar untuk urusan pilkada. "Kasus ini (Luthfi Hasan) sangat dekat dengan Pilkada Jabar dan Sumut, dan kasus itu tidak ada pengaruhnya," ujarnya.

    Ia menegaskan PKS menciptakan tokoh ketika yang bersangkutan masuk ke dalam partai, berbeda dengan partai lain. Mesin partai bekerja secara efektif sehingga menjadikan seorang guru bahasa Arab bernama Ahmad Heryawan menjadi Gubernur Jawa Barat.

    "Seorang guru bahasa Arab Ahmad Heryawan dilatih dan disiapkan menjadi pemimpin (Gubernur Jawa Barat), dan mampu diterima," terang Anis. (Yus)
Tokoh
Ir. H. Joko Widodo
Selasa ,05 Juni 2012 - 16:44:56 WIB

Ir. H. Joko Widodo (lahir di Surakarta, 21 Juni 1961), lebih dikenal dengan nama julukan Jokowi, adalah Wali Kota Surakarta (Solo) selama dua kali masa bakti 2005-2015. Dalam masa jabatannya, ia diwakili F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota. Dia dicalonkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Baca Selengkapnya...
Sri Mulyani Indrawati
Dahlan Iskan
Dr.H.M Hidayat Nur Wahid, M.A
Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla