Khofifah Janjikan Rp 800 Juta Tiap Asrama Ponpes
Kedatangan Khofifah di Kediri Disambut Tangis Muslimat
Gus Ipul Rangkul Suara Muslimat NU Pasuruan
Himpunan Generasi Muda Madura Pilih Dukung Khofifah
Buntut Debat Kandidat di Televisi Bagi Bambang DH
Status Bakal Calon Diperpanjang
Bakal Calon Bingung Jadwal Pilgub
Proximity: Elektabilitas KarSa 54,5 Persen, Khofifah 13,3 Persen
Bambang DH Blusukan di Terminal Arjosari
Pasangan Berkah Target Satu Putaran
Selasa, 05 Juni 2012 - 13:41:37 WIB Dibaca: 143 kali Alex Noerdin Desak KPU Bereskan DPT JAKARTA - Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Namun, seluruh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menolak hasil DPT itu kecuali calon petahana Fauzi Bowo yang berpasangan dengan Nachrowi Ramli. Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 6, Alex Noerdin, meminta KPU Provinsi DKI Jakarta untuk segera menyelesaikan persoalan DPT. "Saya sudah serahkan ke tim advokasi, dan sekarang sudah disiapkan langkah selanjutnya. Kami berlima (peserta Pilkada DKI Jakarta) sepakat bahwa ini harus segera diselesaikan," kata Alex, Senin (4/6/2024), di markas pemenangan Alex Noerdin-Nono Sampono, Jalan Proklamasi, Jakarta. Alex menuturkan dirinya mempertanyakan dasar pernyataan Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta terdahulu yang mengungkapkan pihaknya sudah mencoret 400.000 nama yang saat itu masih terjaring dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). Selain itu, Alex juga menggugat diungkapnya alasan mengapa terjadi pelipatgandaan data dalam DPT. "Masalahnya yang lebih mendasar mengapa itu terjadi, ini yang tidak terjawab sampai sekarang. Mengapa ada 1,4 juta pemilih yang diduga fiktif, kalau 1.500 itu human error," kata Alex. Mantan Bupati Musi Banyuasin itu menilai kalau sampai penyelenggara Pilkada tidak bisa menjelaskan alasan adanya data ganda, maka pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta tahun ini akan sia-sia. "Kalau belum terungkap negara membiayai sekian miliar dari APBD semuanya jadi omong kosong. Jadi segeralah itu KPUD bereskan saja data dulu," tandasnya. KPU DKI Jakarta telah melansir DPT Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 pada Sabtu (2/6/2024) lalu yang jumlahnya mencapai 6.982.179 pemilih yang terdiri dari 3.553.672 laki-laki dan 3.428.507 perempuan. Seluruhnya tersebar di 15.060 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Jumlah ini hanya berkurang dari data DPS sebelumnya yang mencapai 7.044.9991 pemilih. Beberapa kandidat menuding adanya pemilih fiktif sebanyak 1,4 juta orang yang dimasukkan ke dalam DPS itu. Jumlah 1,4 juta orang ini didapat dari selisih jumlah data di DPS dengan jumlah warga DKI Jakarta yang telah melakukan e-KTP yang jumlahnya mencapai 5.644.991. Sumber : Kompas.com Tweet
Pengobatan penyakit maag kronis 24 Mei 2013 - 09:50:29 WIB tulisan yang bagus dan bermanfaat sekali....terimakasih untuk postingannya! Isi Komentar : ![]() |
|
