web directoriesfree CSS templates
Jumat, 16 Maret 2012 - 22:22:05 WIB
Dua kubu kalah pilkada Bekasi tolak rekapitulasi suara
Diposting oleh : Administrator
Kategori: plkd-jawa-barat - Dibaca: 94 kali

Tweet

Dua kubu yang dinyatakan kalah dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Bekasi Jawa Barat menolak menandatangani hasil rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum setempat.

"Munculnya angka itu tidak kami terima karena banyak kecurangan dan politik uang yang dilakukan kandidat Neneng-Rohim (Nero)," kata saksi dari kubu Darip Mulyana-Jejen Sayuti (Dahsyat) Supriadi usai Rapat Pleno Penetapan Pemenang Pilkada di Kantor KPU Kabupaten Bekasi, Kamis Malam.

Hal senada disampaikan pula kubu pasangan petahana Sa`duddin-Jamalulail Yunus (Saja) yang menganggap kemenangan pasangan Nero sarat dengan politik uang yang dilakukan di beberapa daerah pinggiran.

"Partisipasi pemilih di wilayah pinggiran Kabupaten Bekasi sangat tinggi. Bahkan Nero berhasil memenangi perolehan suara di delapan kecamatan yang selama ini merupakan basis Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ini pertanyaan besar untuk kami," ujar juru bicara kubu Saja, Budi Purwanto.

Menurut dia, warga di daerah pinggiran sangat sulit mengakses TPS karena lokasi jauh. Tapi nyatanya partisipasi mereka melebihi warga di wilayah kota yang relatif lebih mudah menjangkau TPS.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bekasi Adi Susila mempersilahkan perwakilan dari dua kandidat yang tidak menandatangani hasil rekapitulasi untuk menempuh jalur hukum sesuai aturan yang berlaku.
 
"Silahkan pihak yang keberatan untuk memproses materi gugatan untuk diajukan ke Mahkamah Konstitusi. Karena pemenang sudah ditetapkan hari ini, mulai 19-21 Maret adalah masa pengajuan gugatan ke MK," katanya.

Sementara itu, sekitar 200 orang yang merupakan pendukung pasangan Dahsyat berdemonstrasi di luar Kantor KPU Kabupaten Bekasi selama masa rekapitulasi suara berlangsung untuk menuntut pilkada ulang.

"Jangan khawatir akan menyakiti rakyat, karena dana untuk penyelenggaraannya sudah ada. Justru rakyat akan menderita hingga lima tahun ke depan jika dipimpin pelaku politik uang yang bermain curang menuju kursi bupati," kata anggota tim sukses Dahsyat, Tata Saputra.  (AFR/S023)
 
 
sumber antaranews.com


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

 
  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar  
Hasil PILKADA - Real Quick Count
Partai
  • Partai Gerakan Indonesia Raya, atau Partai Gerindra, adalah sebuah partai politik di Indonesia yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir Suhardi M.Sc. Partai Gerindra berdiri pada tanggal 6 Februari 2008.
  • Pendirian Partai HANURA dirintis oleh Wiranto bersama tokoh-tokoh nasional yang menggelar pertemuan di Jakarta pada tanggal 13-14 November 2006.
  • Partai Amanat Nasional (PAN) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Asas partai ini adalah "Akhlak Politik Berlandaskan Agama yang Membawa Rahmat bagi Sekalian Alam" . PAN didirikan pada tanggal 23 Agustus 1998
  • Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebelumnya bernama Partai Keadilan (PK), adalah sebuah partai politik berbasis Islam di Indonesia. PKS didirikan di Jakarta pada 20 April 2002.
  • Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Lahirnya PDI-P dapat dikaitkan dengan peristiwa 27 Juli 1996
  • Partai Golongan Karya (Partai Golkar), sebelumnya bernama Golongan Karya (Golkar) dan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), adalah sebuah partai politik di Indonesia.
  • Partai Demokrat adalah sebuah partai politik Indonesia. Partai ini didirikan pada 9 September 2024 dan disahkan pada 27 Agustus 2003.
Tokoh
Sri Mulyani Indrawati
Rabu ,16 Maret 2012 - 17:27:25 WIB

Sri Mulyani Indrawati (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962) adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu.

Baca Selengkapnya...
Dahlan Iskan
Dr.H.M Hidayat Nur Wahid, M.A
Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla
Ir. H. Aburizal Bakrie
Temukan Beritapemilu.com di Twitter
Follow @Beritapemilu